Ayah
kebanyakan jarang sekali berbicara panjang lebar bila tidak ada keperluan atau
pertanyaan pada anak-anaknya.
Ibu
pada umumnya berbicara dan mengarahkan anak-anaknya dengan banyak kalimat
pertanyaan penuh perhatian khas wanita, seorang ayah tidak memberikan perhatian
dengan cara itu.
Walaupun terlihat tenang dan kuat, ayah tetaplah manusia
biasa yang memiliki kata hati yang terpendam, kata hati ini adalah harapan dan
doa untuk sang buah hati tercinta.
"Nak….Ayah mengharapkan
kalian akan mengalahkan ayah dalam meraih kesuksesan…..Ayah berdo’a kepada
Allah SWT … semoga kalian kelak akan jauh lebih baik dan sukses dari ayah "
Sudah sewajarnya bagi setiap orang untuk memiliki
keinginan berkompetisi mengalahkan yang lain dalam hal meraih kesuksesan. Tidak
terkecuali untuk pria, justru rasa kompetisi itu akan selalu ada pada benak
mereka.
Keinginan untuk berkompetisi dengan siapapun, dengan teman ataupun keluarga
sendiri, ia akan selalu terdorong untuk membuktikan bahwa dirinya mampu meraih
kesuksesan yang lebih dari orang lain di sekitarnya.
Namun, hal itu akan berubah seratus delapan puluh
derajat ketika pria itu telah menjadi seorang ayah. Ia akan selalu berpikir dan
berdoa semoga kelak ia bisa diberikan kesempatan melihat sang buah hati berada
di atas puncak kesuksesan. Ia selalu berharap semoga prestasi anak-anaknya mampu membuat segala prestasi yang telah ia peroleh selama ini menjadi terlihat
tidak ada apa-apanya. Itulah kekalahan yang selalu dinanti-nantikan olehnya,
sebuah kekalahan termanis yang bisa dialami oleh setiap ayah di dunia ini.
"Nak ….. Kalian harus kuat karena kalian yang akan
menggantikan ayah menjaga ibumu saat ayah telah tiada nanti"
Umur
memang tidak bisa ditebak, tapi seorang ayah akan selalu memikirkan dan
menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi segala hal bahkan yang buruk
sekalipun seperti berpikir bahwa dia lah orang pertama di keluarga kecilnya
yang akan "pergi" terlebih dahulu. Ini bukanlah suatu hal yang aneh,
seorang ayah memang akan selalu khawatir akan nasib keluarganya kelak ketika ia
telah tiada. Oleh karena itulah ia akan selalu berusaha menyiapkan segala
sesuatu yang ia rasa bisa menopang kehidupan keluarganya setelah ia tiada nanti.
Ayah
umumnya berusaha sekuat tenaga menyisihkan sebagian besar penghasilan mereka
untuk disimpan agar kelak bisa berguna bagi keluarganya, atau membeli aset
investasi dan juga mengambil asuransi kesehatan maupun pendidikan bagi
anak-anaknya. Akan tetapi seringkali penghasilan ayah saat ini tidak cukup
untuk itu semua. Tapi ayah terus berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya.
Ketahuilah bahwa sebenarnya aset yang paling berharga adalah anak-anak mereka.
Ayah akan selalu berharap anak-anaknya mampu menjadi
pribadi yang kuat dan mandiri karena di saat itulah segala kekhawatiran dalam
dirinya bisa berkurang banyak (walaupun tidak akan hilang sepenuhnya). Bagi ayah,
anak yang telah berhasil dididik menjadi orang yang berguna adalah
"investasi" paling berharga yang bisa ia miliki di dunia karena jika
ia telah berhasil melakukan hal itu, maka di saat itulah ia akan merasa bahwa
segala pengorbanan dan doanya telah dikabulkan oleh Allah SWT. Di saat itulah,
ia akan siap untuk "dipanggil" kapan saja.
"Menjadi apapun kalian kelak, kalian tetaplah anak-anak ayah !"
Ayah pasti mengharapkan kalian semua bisa berhasil dan menjadi sukses, namun adakalanya harapan tidak sesuai
dengan kenyataan. Ayah akan tetap berada disamping kalian.
Kesalahan kalian merupakan kesalahan ayah juga, ayah
akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu sampai kalian bangkit kembali. Ketahuilah bahwa selain ibu, ayah juga adalah sosok yang akan sangat terpukul saat mengetahui
hal-hal buruk telah terjadi pada kalian.
"Maafkan ayah karena tidak bisa
seperti ayah teman-temanmu, tapi ayah berjanji untuk memberi kalian segala yang
terbaik yang bisa ayah berikan sebelum ayah "pergi" ".
Seorang
ayah akan selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, walaupun apa yang
telah diusahakannya mati-matian itu kadang dianggap masih kurang oleh sang
anak. Jangan pernah berpikir bahwa sang ayah tidak mengetahui bahwa anaknya
tidak puas atas pemberiannya, ia tahu persis akan hal itu hanya saja ia tidak
mengungkapkannya. Tapi, hal inilah yang justru menjadi cambuk semangat sang
ayah, ia akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya, lagi dan
lagi, siang dan malam bahkan kadang hal ini bisa menganggu pikirannya.
Itulah
mengapa, ia akan selalu berdoa demi bertambahnya penghasilannya, selalu berdoa
agar tidak terkena penyakit disaat ia sedang berjuang demi kehidupan
keluarganya, semua itu bukan agar ia bisa tampil semewah mungkin, bukan agar ia
bisa membeli barang-barang yang ia inginkan sejak dahulu. Ingatlah ! sebelum
menempatkan keinginannya, ayah akan selalu mendahulukan keinginan anak-anak nya
dan istrinya. Namun terkadang kalian kurang menyadarinya bahwa mungkin Allah SWT
masih menguji Kita. Kelak kalian akan menyadarinya jerih payah yang sudah ayah lakukan.
Ayah akan terus berjuang mengorbankan waktu, tenaga
dan pikirannya hingga ajal menjelang jika memang itu adalah apa yang harus
ia lakukan demi kebahagiaan anak-anak dan istrinya.
"Ayah kuat menahan penderitaan, tapi ayah akan hancur
jika melihat kalian dan ibumu ikut merasakannya"
Keringat
seorang ayah adalah simbol perjuangan dan pengorbanan. Ia rela jika harus
menahan rasa rasa kantuk agar anak istrinya bisa tertidur pulas, ia tidak peduli
jika harus makan makanan seadanya agar anak istrinya bisa mendapatkan makanan
yang lebih nikmat dari yang ia dapatkan, ia tidak akan malu jika harus
menggunakan pakaian yang itu-itu saja asalkan anak istrinya bisa membeli
pakaian baru agar mereka tidak menanggung malu, semua itu adalah bentuk
kerelaannya dalam menanggung takdir sebagai seorang ayah, seorang yang
ditugaskan oleh Allah SWT untuk menjadi tiang penyangga utama sebuah
keluarga dan hal ini akan terus ayah lakukan hingga tubuhnya tidak sanggup lagi
untuk melakukannya.
Related Post:
Diinspirasi dan re-post dari:
Smoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para Ayah....
Admin